ditulis oleh Dylen Kumara, teamofpeponi
StoryofPeponi —– Kia Ora…New Zealand merupakan salah satu destinasi yang paling diminati oleh turis dari seluruh dunia! Keindahan alam yang tiada duanya memang menjadi daya tarik Negeri Kiwi tersebut. Selain keindahan alamnya, New Zealand juga lekat dengan budaya yaitu kebudayaan dari Suku Maori.
Suku Maori merupakan suku asli yang mendiami wilayah New Zealand, dipercaya bahwa mereka datang ke middle earth lebih dari 1000 tahun yang lalu dari Hawaiki tanah mitos mereka di Polynesia. Lalu, apa saja sih budaya dari Suku Maori? Yuk kita simak rangkuman yang dilansir dari NZ Tourism:
Bahasa Maori

source: newzealand.com
Bahasa Maori ternyata memiliki struktur yang logis dan umumnya tidak seperti Bahasa Inggris yang memiliki aturan yang konsisten dalam pengucapan. Bunyi vokal bahasa Māori umumnya relatif sulit bagi pembicara bahasa Inggris namun bagi pembicara bahasa Indonesia/Melayu, kesulitan hanya membedakan antara vokal pendek dan panjang. Nah jika kamu berlibur ke New Zealand cobalah beberapa frasa berikut :
Kia ora – Halo
Kia ora tātou – Halo semuanya
Tēnā koe – Salam untukmu (diucapkan untuk 1 orang)
Tēnā koutou – Salam untuk kalian (diucapkan untuk 3 orang atau lebih)
Nau mai, haere mai – Selamat Datang
Kei te pēhea koe? – Apa kabarnya?
Kei te pai – Baik
Tino pai – Sangat baik
Ka kite anō – Sampai jumpa lagi
Jika diperhatikan, bahasa ini sedikit mirip dengan bahasa lokal di daerah Nusa Tenggara Timur ya?
Powhiri & Hongi – Penyambutan Khas Suku Maori

source: newzealand.com
Pada awal mulanya Powhiri dilakukan oleh seorang pejuang tangata whenua (tuan rumah) untuk menantang manuhiri (tamu). Meski kesannya menyeramkan ternyata Powhiri merupakan sambutan resmi dan menunjukan keramahan Maori loh! Hal paling unik adalah tradisi Hongi yaitu menempelkan hidung sebagai pengganti tradisi salaman. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sempat melakukan tradisi ini saat berkunjung ke New Zealand beberapa waktu yang lalu. Kamu tertarik untuk mencoba?

Hangi – Makanan Khas Maori

Merupakan makanan khas dari Suku Maori dengan penyajian masakan yang unik! Pada awal mulanya Hangi dibungkus dengan daun jerami. Namun seiring berkembangnya zaman, Hangi dilapisi oleh aluminium Foil agar terjaga kesterilannya. Nah, cara penyajian ini cukup unik karena wadah dari Hangi diletakan di atas batu panas di atas tanah. Kemudian dilapisi oleh kain basah dan ditutupi dengan tanah yang menyerap panas dari bebatuan di bawahnya dengan memanfaatkan panas bumi. Umumnya Hangi dimasak hingga tiga sampai empat jam, tergantung dari banyaknya porsi yang di masak.
Hangi umumnya berisi sajian ikan, ayam dan umbi-umbian seperti kumara (ubi). Namun, belakangan ini Hangi mulai berisi daging domba, kentang, labu dan kol. Mungkin karena banyaknya domba di sana ya? hihi…
Haka – Tarian Perang Suku Maori

source: topskor.id
Merupakan tarian perang khas dari Suku Maori, tarian ini dilakukan di medan peperangan. Haka merupakan sebuah pertunjukan berapi-api yang menunjukan sebuah kebanggaan, kekuatan dan kesatuan suku. Gerakan dalam tarian Haka yaitu menjulurkan lidah, hentakan kaki keras, serta epukan tubuh berirama untuk mengiringi nyanyian keras. Syair dalam tarian Haka menggambarkan leluhur dan peristiwa dalam sejarah suku tersebut secara puitis.
Nah, tarian Haka pun sering digunakan saat pertandingan Olahraga Rugby dimana New Zealand’s All Blacks selalu menampilkan tarian Haka sebelum mereka bertanding! Tidak heran timnas Rugby New Zealand didaulat sebagai tim yang paling konsisten menduduki peringkat 1 dunia loh! Keren sekali bukan!? lihat cuplikannya di bawah ini:
Ta-Moko

Merupakan sebuah warisan budaya yang unik! Ini merupakan seni tato Maori yang memiliki arti berupa seperti menyampaikan warisan, Genealogi, Status Sosial dan pengetahuan seseorang. Nah, tato yang berada di area dagu menandai prestise, di rahang mewakili status kelahiran dan daerah sekitar hidung serta mata mewakili asal suku.
Itulah kebudayaan asli dari Suku Maori! Menarik sekali bukan? informasi tentang suku lokal New Zealand ini tentu membuka wawasan kita semua yang mungkin sebelumnya berpikir Negeri Kiwi memiliki populasi orang barat. Tentu jika kamu ingin berlibur ke New Zealand, terlebih dahulu kamu dapat megikuti Virtual Tour yang di adakan oleh Peponi Travel! Cek informasinya di bawah ini ya!
Akhir kata, Ka kite anō
Pandemi COVID-19 membuat kita untuk sementara tidak dapat pergi kemana-mana. Rasa rindu akan menjelajahi dunia tentunya sudah mulai kita rasakan, bukan?

Kini Peponi Travel menghadirkan Online Experiences biaya terendah dengan tujuan memberikan pengalaman virtual bagi kamu yang telah merencanakan liburan ke destinasi favorit secara langsung. Online Experiences ini dikemas menarik dan lengkap melalui video eksklusif serta presentasi menarik dari tim berpengalaman kami. Meskipun secara online, namun kami yakin peserta dapat menikmati destinasi dengan maksimal.

Online Experience ini akan mengajak kamu menjelajahi keindahan pulau selatan dari mulai tiba di Christchurch Airport, road trip melalui pegunungan alpine selatan, trekking, stargazing hingga berakhir di Kota Queenstown yang menawan.
Klik di sini untuk melakukan registrasi, kursi sangat terbatas.
Baca Juga: 5 Hal Seru yang Dapat Kamu Coba di Queenstown New Zealand
Writer: Dylen Kumara, #TeamofPeponi
Editor: Darian, #TeamofPeponi
Story of Peponi – Official Online Magazine of Peponi Travel
PT Aku Bisa Liburan
