ditulis oleh Dylen Kumara, teamofpeponi
Sudah tidak asing lagi bahwa anjing menjadi hewan peliharaan paling setia. Anjing dapat mengingat sebuah kasih sayang terhadap manusia selamanya. Jika bicara tentang hewan peliharaan satu ini pasti kita mengingat sebuah cerita tentang kesetiaan anjing yang sangat terkenal di Jepang yaitu Hachiko. Ia merupakan jenis anjing Akita Inu yang merupakan anjing ras lokal Jepang. Yuk kita simak cerita tentang Hachiko anjing setia ini, spesial akan kami ceritakan untuk kamu:

Ms Monika, Japan Tokyo & Mt Fuji winter open trip January 2019
Cerita ini dimulai saat seorang ilmuan Jepang bernama, Hidesaburo Ueno yang ingin memelihara jenis anjing Akita Inu. Setelah pencarian yang panjang, Universe mempertemukan Hidesaburo Ueno dengan anak anjing Akita Inu yang sehat ya. Nama Hachiko sendiri memiliki arti penting dimana nama tersebut sontak dikatakan saat Hidesaburo Ueno hendak mengadopsinya dan melihat terdapat bengkok kaki yang seperti angka 8. Dalam Kanji, angka 8 disebut dengan Hachi dan melambangkan sebuah keberuntungan. Yup, Hidesaburo Ueno memang beruntung karena Hachiko tumbuh menjadi anjing yang pintar dan kasih sayang. Hidesaburo Ueno juga berhasil membuat Hachiko memiliki rasa hormat dan setia!

Dalam pertumbuhan Hachiko, Ueno tak segan selalu berbagi dengan Hachiko yang membuat ikatan antara mereka menjadi kuat. Setiap pagi Hachiko selalu mengantar Ueno untuk pergi bekerja ke stasiun. Pada saat jam pulang kerja Ueno, Hachiko-pun akan selalu datang ke stasiun untuk menjemput Ueno. Ketika melihat Ueno turun dari kereta, Hachiko akan langsung menyambut Ueno dengan rasa senang dan bahagia!
Ikatan Hachiko dan Ueno akan selalu abadi sampai akhirnya Hachiko harus menemui titik berat dalam hidupnya. Pada hari itu, Hachiko mengantarkan Ueno ke stasiun dengan harapan ia akan kembali di malam hari. Namun sampai malam hari, Hachiko tidak melihat Ueno turun dari kereta. Ia menunggu dan terus menunggu untuk waktu yang lama. Kenyataannya, Ueno yang sedang mengajar terkena serangan jantung yang merenggut nyawanya. Hachiko yang polos terus menunggu Ueno untuk kembali, namun Ueno tidak pernah kembali ke pelukan Hachiko.

Tahun pertama menjadi tahun berat untuk Hachiko. Sang istri dari Ueno tidak mampu untuk mengurus Hachiko seperti suaminya. Hachiko pun terpaksa harus diserahkan ke orang lain. Ia tetap dirawat dengan sebagaimana mustinya namun Hachiko selalu kabur untuk kembali lagi ke stasiun. Tentu kehadirannya membuat risih pegawai kereta api di stasiun karena mereka takut Hachiko akan membahayakan penumpang kereta. Mereka mengusir Hachiko dengan berbagai cara agar tidak membahayakan penumpang kereta namun ia selalu kembali. Bagaimanapun caranya dia hanya ingin melihat Ueno turun dari kereta dan menyapa dirinya.

source: pinterest.com
Hachiko yang selalu kembali ke stasiun ternyata mendapatkan sebuah perhatian dari seorang wartawan yang ternyata adalah mantan murid Ueno di University of Tokyo. Penasaran dengan Hachiko, sang jurnalis mencoba membuntuti Hachiko dan menuntunnya ke rumah seorang tukang kebun yang ternyata majikan baru dari Hachiko. Sang Jurnalis menanyakan kenapa Hachiko selalu berada di Stasiun Shibuya selama bertahun-tahun dan ia mendapatkan jawaban yang mengesankan.
Jurnalis tersebut lalu membuat artikel tentang anjing yang setia yang selalu menunggu majikannya untuk pulang. Artikel tersebut tersebar melalui surat kabar bergengsi di Jepang pada waktu itu dan berhasil mengambil perhatian masyarakat Jepang. Hachiko mulai sering dibicarakan dan menginspirasi semua masyarakat Jepang sampai sekarang. Pada tahun 1934 sebagai bentuk penghargaan terhadap Hachiko, dibangunlah patung tepat di depan stasiun Shibuya. Uniknya, Hachiko pun turut berada disana dalam acara peresmian tersebut.

source: gotokyo.org
Pada tahun 1935, Hachiko yang sudah menua meninggal di Stasiun Shibuya. Hachiko mungkin hanya ingin melihat Ueno pada saat masa terakhirnya sebelum menutup mata dia masih menunggu sang majikan tersayang untuk kembali. Ueno akan selalu ada untuk Hachiko begitu juga Hachiko yang selalu setia untuk Ueno, sahabat terbaik dalam hidupnya. Penghormatan untuk Hachiko bukan hanya sekedar patung yang berada di Shibuya. Kamu juga bisa menemukan Museum of Hachiko di Jepang dan dapat melihat seni dinding mozaik berwarna-warni di dinding Stasiun Shibuya tepat di depan Hachiko Exit (salah satu nama pintu keluar stasiun).

source: muza-chan.net/japan/

source: en.japantravel.com

Yup, Hachiko sudah menjadi lambang kesetian anjing terhadap pemiliknya. Fun fact: kamu cukup memberi makan anjing sebanyak 3 kali dan baik sama mereka, mereka akan selalu mengingat kamu selamanya. Kesetiaan Hachiko hingga kini menjadi pelajaran penting bagi warga lokal Jepang yang akan selalu menghormatinya sepanjang masa.
Bagi Hachiko, Ueno adalah rumahnya dan there’s no place like home.
Baca Juga: PILIH DISNEYLAND ATAU DISNEYSEA YAH?
Writer: Dylen Kumara, #TeamofPeponi
Editor: Darian, #TeamofPeponi
Story of Peponi – Official Online Magazine of Peponi Travel
PT Aku Bisa Liburan
